Profil Desa

Selamat Datang Di Desa Umaklaran

Kecamatan Tasifeto Timur

Kabupaten Belu

VISI DAN MISI DESA UMAKLARAN

VISI :
Berdasarkan Perkembangan situasi dan kondisi Desa Umaklaran  saat ini, dan terkait dengan Rencana Pembangunan Jangka  Menengah Desa   (RPJM Desa), maka  untuk Pembangunan  Desa  Umaklaran  pada periode 6 ( Enam ) Tahun kedepan dan kita tahu bahwa Visi adalah suatu cita – cita   yang  akan  dicapai tentang    masa    depan    yang    diinginkan    dengan    melihat    potensi  dan  kebutuhan     desa.  Penyusunan   Visi    Desa    Umaklaran    dilakukan dengan pendekatan Partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan di Desa Umaklaran seperti   Pemerintah   Desa,  BPD,   LPM, Tokoh   Mayarakat, Tokoh Agama,   dan masyarakat desa  pada   umumnya. Dengan mempertimbangkan kondisi    internal   dan   eksternal    di    desa    sebagai    satuan   kerja wilayah Pembangnan di Kecamatan maka Visi Desa Umaklaran adalah sebagai berikut:

“ TERWUJUDNYA UMAKLARAN SEBAGAI DESA YANG MANDIRI BERBASIS PERTANIAN, UNTUK MENCAPAI MASYARAKAT YANG SEHAT, CERDAS DAN LEBIH SEJAHTERA.

Dengan penjelasan sebagai berikut :
1. Desa yang mandiri berbasis Pertanian mengandung pengertian   bahwa  masyarakat
Desa Umaklaran mampu mewujudkan Kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan
masyarakat desa lain yang lebih maju dengan mengandalkan pada  kemampuan dan
kekuatan sendiri yang berbasis pada keungulan lokal dibidang Pertanian secara luas.
2. Adapun    yang   dimaksud   Masyarakat    Sehat   adalah   masyarakat yang memiliki
ketangguhan jiwa dan raga yang sehat dan kuat.
3. Sedangkan yang dimaksud dengan masyarakat yang Cerdas adalah Masyarakat yang
mampu    menguasai    Ilmu    Pengetahuan    dan    Teknologi  (IPTEK) serta mampu
memanfaatkan    secara    cepat   dan tepat,   guna  mengatasi setiap permasalahan
pembangunan pada khususnya dan permasalahan kehidupan pada ummnya.
4. Yang   dimaksud    Masyarakat    yang lebih sejahtera adalah bahwa diupayakan agar
tercapai    ketercukupan    kebutuhan   masyarakat secara lahir dan bathin ( Sandang,
Pangan, Papan, Agama, Pedidikan, Keshatan, Rasa Aman dan Tentram).

MISI :
Setelah Penyusunn Visi juga perlu ditetapkan misi-misi yang memuat sesuatu pernyataan yang harus dilaksanakan oleh   Desa   agar   tercapainya Visi Desa tersebut. Visi  berada   diatas   Misi.   Pernyataan   Visi   kemudian   dijabarkan kedalam Misi   agar   dapat   dioperasionalkan / dikerjalan. Adapun Misi Desa Umaklaran adalah :
1. Meningkatkan Pembangunan Infrastruktur yang mendukung Perekonomian
Desa, seperti Jalan, Jembatan/Deuker, serta Infrastruktur Strategis lainnya.
2. Meningkatkan    Pembangunan    di   bidang   Kesehatan  untuk mendorong
derajat     kesehatan    masyarakat    agar    dapat bekerja lebih Optimal dan
memiliki harapan hidup yang lebih panjang.
3. Meningkatkan    Pembangunan    di   bidang   Pendidikan untuk mendorong
peningkatan kualitas sumber daya manusia agar  memiliki  kecerdasan dan
daya saing yang lebih baik.
4. Meningkatkan Pembangunan Ekonomi dengan mendorong semakin
tumbuh dan berkembangnya Pembangunan dibidang Pertanian dalam arti
luas, Industri, Perdagangan, dan Pariwisata.

5. Menciptakan Tata Kelola   Pemerintahan   yang   baik   ( Good Governance )
berdasarkan Demokratisasi, Transparan, Penegakkan  Hukum,   Berkeadilan,
Kesetaraan Gender dan mengutamakan Pelayanan kepada masyaraakat.
6. Mengupayakan Pelestarian Sumber Daya Alam untuk memenuhi kebutuhan
dan pemerataan pembangunan guna meningkatkan perekonomian

 

GAMBARAN UMUM DESA UMAKLARAN
TOPOGRAFI

Letak Geografis
Secara Geografis Desa Umaklaran merupakan bagian dari wilayah Kecamatan Tasifeto Timur, kabupaten Belu, serta salah satu desa yang berbatasan langsung dengan Kecamatan Kota Atambua. Luas wilayah desa ± 13,74 km², berjarak 7 Km dari ibu kota Kabupaten Belu (Atambua), sedangkan untuk mencapai kota kecamatan harus menempuh perjalanan sejauh 20 Km dengan waktu  tempuh selama ± 30 menit dengan menggunakan sarana transportasi roda 2 dan roda 4.

Desa Umaklaran mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut :
sebelah Utara berbatasan dengan Utara Desa Sadi
sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Manleten
sebelah Timur berbtasan dengan Desa Bauho dan Sarabau
sebelah Barat berbatasan dengan Kelurahan Fatubenao Kec. Kota Atambua.

Desa Umaklaran merupakan salah satu desa dalam wilayah Pemerintahan Kecamatan Tasifeto Timur dengan luas wilayah desa ± 13,74 km²  yang terdiri dari:
1. Pekarangan    : 117 Ha
2. Lahan Kering  : 230 Ha
3. Padang Rumput/Peternakan :   98 Ha
4. Tanah sementara tidak diusahakan : 525 Ha
5. Hutan    :   25 Ha
6. Perkebunan  :   10 Ha
7. Sawah
A. Yang menggunakan air irigasi  : 68,12 Ha
B. Yang tidak menggunakan air irigasi  : 76,88 Ha
8. Kolam         :     Ha
9. Tambak       :     Ha
10. Lain-lain    : 224 Ha

Gambaran Wilayah
Gambaran    umum   Topografi  Desa Umaklaran berada pada 100 meter sampai 200 meter di  atas  ketinggian air laut, dan   sebagian   besar merupakan padang rumput ilalang yang di  selingi   dengan   semak   belukar  di   samping   itu   juga sebagian wilayah berbukit, serta hamparan dataran rendah yang cukup luas dan memiliki struktur tanah yang sebagian besar berwarnah hitam  yang merupakan potensial sebagai daerah persawahan dari bendungan irigasi  Sirani  dan    tadah hujan saat musim hujan tiba.

Iklim
Desa Umaklaran merupakan daerah tropic dengan suhu rata-rata   30°C   yang memiliki dua musim yaitu musim kemarau  dan    musim   hujan, musim hujan terjadi pada bulan Nopember sampai dengan bulan Maret   sedangkan musim kemarau/panas terjadi pada  bulan    april   sampai    dengan   bulan o   ktober.
musim kemarau yang cukup panjang juga sangat mempengaruhi ketersediaan air bawah tanah yang berdampak pada   kesulitan  air   bersih,   selain itu juga mempengaruhi pola tanam masyarakat

KONDISI PEMERINTAHAN DESA 
PEMBAGIAN WILAYAH DESA
Pembagian Wilayah Desa Umaklaran terdiri atas 6 (enam) Dusun  8 (delapan) RW, dan 18 (delapan belas) RT yakni sebagai berikut :
Dusun Taektoo      : Terdiri atas 4 RT dan 2 RW
Dusun Abat Sali     : Terdiri atas 3 RT dan 1 RW
Dusun Fulan Monu : Terdiri atas 2 RT dan 1 RW
Dusun Banleten     : Terdiri atas 2 RT dan 1 RW
Dusun Leolaran     : Terdiri atas 4 RT dan 2 RW
Dusun Weutu        : Terdiri atas 3 RT dan 1 RW
Setiap Dusun ada yang mempunyai wilayah pertanian dan perkebunan, sementara Pusat Desa berada di Dusun Taektoo, dan setiap Dusun dipimpin oleh Seorang Kepala Dusun, RW dipimpin oleh seorang Ketua RW, dan RT dipimpin oleh seorang Ketua RT.

Keadaan Sosial masyarakat Desa Umaklaran
Penduduk Desa Umaklaran didominasi oleh penduduk Suku Kemak. Sehingga kearifan lokal yang lain sudah dilakukan oleh masyarakat sejak adanya Desa Umaklaran. Hubungan  kekerabatan antar suku dalam masyarakat Desa Umaklaran masih sangat kental dikarenakan berasal dari beberapa etnis yang yaitu Suku Tetum, dan Kemak (Berbeda   dialeg ), memiliki tradisi dan budaya yang sama serta leluhur atau nenek moyang masyarakat Desa Umaklaran  berasal dari Penuduk Asli Belu dan penduduk turunan Negara Timor Leste, yakni :
1. Tetum suku asli Kabupaten Belu, dengan bentuk rumah adat beratapkan
rumput Alang-alang.
2. Kemak Leolima dari Balibo Kabupaten Bobonaro dengan bentuk rumah
adat beratap Tali/Gewang
3. Kemak Leimia/Atsabe dari Kabupaten Ermera dengan bentuk rumah adat
beratap Rumput Alang-alang
4. Kemak Atabae  (kutubaba) dari Atabae Kabupaten Bobonaro dengan bentuk
rumah adat beratap Tali/Gewang.

Adat-Istiadat :
Desa   Umaklran   memiliki beberapa etnis dan suku yang merupakan kekayaan wilayah dan sebagian    besar   etnis Timor  serta  beberapa suku diantaranya, Kemak, Marae, dan Tetun serta   etnis Rote   dan s   abu, selain itu  juga memiliki Pemangku adat yang cukup kuat dan kokoh    dengan   struktur     kepengurusanya.    patut  kita    akui bahwa masyarakat sangat menjunjung tinggi terhadap simbol-simbol, pusaka dan naskah adat, sebagai  acuan untuk penyelesaian masalah. Ada beberapa adat   istiadat yang masih dilestarikan, yakni; Adat istiadat dalam perkawinan yang dianut ”Fetosawa Umamane” bentuk perkawinan ini perempuan mengikuti kaum laki-laki,     Adat    istiadat    dalam    upacara    kematian   dan Adat istiadat dalam penanganan / pemecahan masalah atau konflik yang ada di desa.
Dalam penyelesaian masalah melalui adat, rumah   suku  UMA METAN   adalah    suku   yang berwewenang dari sisi struktur adat yang berlaku, sedangkan  suku lainya hanya membantu proses penyelelesaian.

Lembaga Pemerintahan, memiliki 6 orang LPM, 40 orang  pengurus PKK , 18 orang ketua RT, dan 8 orang ketua  RW.
Memiliki Lembaga Kemasyarakatan seperti Organisasi Pemuda Karang Taruna dan MUDIKA, Ketua Lingkungan, KUB, dan kelompok tani sayur dengan jumlah 20 orang.

Gotong Royong :
Saat ini masyarakat dan pemerintah desa masih terus melestarikan budaya  gotong royong. Komitmen ini dinyatakan melalui pembentukan kelompok   gotong royong, sudah terbentuk 13 kelompok, dengan  kepengurusan, yang keberadanya di bawah koordinasi pemerintah desa. Sejak tahun 2014 kelompok ini berperan   aktif  dalam pembersihan dan perbaikan jaringan irigasi dan lain sebagainya.

Keadaan Ekonomi
Kondisi    ekonomi     masyarakat    Desa  Umaklaran secara kasat mata terlihat jelas perbedaannya   antara   Rumah   Tangga    yang    berkategori Miskin, sangat Miskin, sedang dan kaya. Hal ini disebabkan karena mata  pencahariannya   disektor-sektor usaha    yang    berbeda-beda   pula, sebagian   besar di   sektor Non Fprmal seperti Petani/Pekebun, Pedagang, Buruh, dan sektor Formal seperti PNS Pemda, Honorer, Guru, Tenaga Medis, dan TNI/Polri.
Pertanian :

Desa      Umaklaran    potensial   untuk pengembangan sektor pertanian, baik lahan kering maupun lahan basah. Kegiatan   pertanian   lahan   kering dengan komoditi jagung    dan    umbi-umbian   seluas    117 Ha,    sedangkan     lahan   basah 145 Ha merupakan kegitan utama warga. Disamping 2 kegiatan utama diatas   warga   juga melakukan penanaman sayur-sayuran dengan total luas lahan 5 Ha

Perkebunan : 
Saat ini sudah dikembangkan perkebunan  jambu mente dan   perkebunan   kelapa dengan luasan lahan 10 Ha  (Perkebunan jambu mente  9,8 Ha. Perkebunan kelapa  0,2 Ha) Pemasaran    hasil  perkebunan   biasanya    lewat    pegumpul atau   di jual langsung ke pasar Atambua

Kehutanan :
Hutan lindung yang seluas 25  Hektar, hanya dimanfaatkan untuk kayu bakar. Selain itu pengambilan kayu dibatasi hanya untuk  pembangunan rumah adat.   Walaupun demikian masih banyak praktek penebangan kayu untuk dijual.

Peternakan :
Desa     Umaklaran  merupakan  wilayah    dengan iklim  yang   sangat   cocok untuk pengembangan     peternakan,     terutama    sapi,    babi    dan kambing, karena ketersediaan pakan yang masih cukup. Sesuai data desa saat ini  terdapat 400 ekor sapi, 24 ekor kerbau, 200 ekor babi   dan 100 ekor    kambing.  Ternak   yang    ada dimanfaatkan untuk kepentingan   adat,    pesta    dan    dijual    untuk    memenuhi kebutuhan rumah tangga dan pendidikan anak, dll

Hom Industri :
Karena keterampilan yang dimiliki warga setempat sebagai Tenun Ikat, dan tukang kayu, mereka mengembangkan kegiatan kerajinan Tenun Ikat dan Meubel sebagai kegiatan       ekonomi     dalam    rumah     tangga.  Teridentifikasi      120    keluarga mengembangkan usaha kerajinan  Tenun   Ikat dan 24 keluarga mempunyai usaha meubel. Selain itu   sangat   potensial   untuk   dikembangkan home industri untuk pengolahan hasil jambu mente.
Akses Pasar :
Beberapa pasar yang bisa dijadikan tempat pemasaran hasil pertanian, Perkebunan dan peternakan,  yakni pasar Atambua dengan jarak 7 km.

Pendapatan :
Pendapatan Rill perkapita   berada pada tingkat Rp.500.000,-    (lima Ratus Ribu Rupiah) sampai    dengan   Rp. 800.000,- (Delapan Ratus Ribu Rupiah) Penghasilan   sebagian   besar berasal dari sektor peternakan seperti Sapi, Kambing, Babi, Anjing dan Ayam dan sektor Pertanian seperti padi, jagung dan    kacang – kacangan,   sedangkan    perkebunan    sangat    kecil    yakni perkebunan jati.

Masyarakat Desa Umaklaran 94 % hidup bertani (bercocok tanam) dengan hasil pertanian yang dominan seperti Jagung, Padi, Umbi-umbian dan Sayur-sayuran.
Masyarakat    Desa    Umaklaran    dapat    dikelompokkan  berdasarkan     mata pencaharian yaitu sebagai berikut :
Petani/pekebun  : 476 KK ( 1765 jiwa)
Pensiunan  : 16 KK ( 39 jiwa)
PNS,Guru,TNI,Polri  : 31 KK ( 86 jiwa)

Mata Pencaharian :
Jika penduduk desa umaklaran diklasifikasikan menurut pencaharian menunjukan bahwa 1710    jiwa    atau 94 %   dari  jumlah angkatan kerja/usia produktif (19-59 tahun) adalah bermatapencaharian sebagai   petani/peternak   sedangkan sisanya berada pada sector riil, namun walaupun begitu sebagian  besar   petani/peternak musiman dan juga masih memakai cara-cara tradisional   seperti   kebiasaan tebas bakar   atau   ternak   lepas, hal ini   tentu  sangat berpengaruh pada tingkat hasil produksi dan berimbas pada tingkat pendapatan perkapita penduduk

 

Facebook Comments